..

..

Whois Online?

Showing posts with label Science & Techno. Show all posts
Showing posts with label Science & Techno. Show all posts

Tuesday, October 22, 2019

Nomenklatur Kementerian

Mengatur bidak catur (Sumber: doktersehat.com)
Di Jepang ada Kementerian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Sains dan Teknologi, atau lebih dikenal dengan singkatan MEXT. Teman-teman yang biasa nyari beasiswa pasti sudah hafal. Jepang sengaja menyatukan semuanya dalam satu rangkaian nafas koordinasi. Hasilnya seperti apa yang sudah dicapai Jepang saat ini.

Terkait Pendidikan, MEXT mengurus pendidikan dari TK sampai Perguruan Tinggi. Budaya disatukan dengan Pendidikan sebagai sarana untuk membentuk karakter dan moralitas sejak usia dini. Salah satu bentuk kebijakannya, dari TK-SD kelas 2 tidak ada pelajaran membaca dan berhitung. Adanya bermain untuk membina karakter, moral, dan kebersamaan. Karena Jepang menganut Wajib belajar 9 tahun, maka tidak ada istilah tidak naik kelas. Kelas disesuikan dengan umur, bisa nggak bisa, semua siswa akan naik kelas sampai kelas 3 SMP.

Friday, October 5, 2018

SUB MARINE CABLE-BASED SYSTEM, Solusi Tepat Untuk Sistem Deteksi Dini Tsunami di Indonesia.

DONET System (Source: www.bosai.go.jp)
Tulisan ini adalah tulisan lanjutan terkait System Deteksi Dini Tsunami di Indonesia. Sesuai janji saya sebelumnya, saya akan mengusulkan sebuah teknologi yang lebih tepat dibandingkan dengan system buoy Tsunami sebagai sistem deteksi dini Tsunami di Indonesia. Teknologi ini berbasis kabel bawah laut, yang diharapkan lebih reliabel dan tahan terhadap aksi vandalisme.

Jepang sudah mengawali teknologi ini kira-kira tahun 2006, dikenal dengan nama DONET (Dense Oceanfloor Network System for Earthquakes and Tsunamis), dan teknologi ini dikembangkan oleh JAMSTEC (Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology). Mungkin teman-teman yang pernah berkunjung ke JAMSTEC tahun 2013 bareng saya, ingat teknologi ini. Dalam perjalanannya, otoritas dan fungsi JAMSTEC dalam melakukan monitoring gempa dan tsunami kemudian dipindahkan ke NIED (National Research Institute for Earth Science and Disaster Resilience). Sehingga saat ini posisi DONET di bawah kendali NIED. Beberapa peneliti dan engineer JAMSTEC juga akhirnya migrasi ke NIED akibat perubahan kebijakan ini. NIED sendiri bersama Japan Meteorological Agency (JMA) mengembangkan S-NET (Seafloor observation network for earthquakes and tsunamis along the Japan Trench) pada Tahun 2011. Keduanya baik DONET maupun S-NET konsepnya sama, hanya ada perbedaan sedikit secara teknis, dan S-NET lebih ditujukan untuk riset di patahan laut dalam yang ada di Jepang (Japan Trench).


Tuesday, October 2, 2018

Pasang Surut Implementasi Sistem Deteksi Dini Tsunami di Indonesia




Di atas Kereta Tsukuba Express pagi ini dalam perjalanan dari Tsukuba ke Chiba yang menjadi rutinitas harian saya, saya akan mencoba menuliskan uneg-uneg saya terkait Implementasi Sistem Deteksi Dini Tsunami di Indonesia selama ini, dari apa yang pernah saya lakukan, saya dengar, dan saya lihat.

Pada saat Tsunami Aceh terjadi tahun 2004, waktu itu publik berteriak tentang perlunya kita mempunyai sistem deteksi tsunami di Indonesia. Saat itu beberapa pakar juga berpendapat perlunya Indonesia memiliki sistem deteksi dini tsunami. Yang konyol dari peristiwa ini adalah, karena sebenarnya kita sudah punya sistem deteksi tsunami yang mulai beroperasi sejak tahun 1996, yang bernama Seawatch Indonesia yang bekerjasama dengan OCEANOR, Norwegia. Jejak digitalnya masih bisa dilihat di sini  (http://seawatch.50megs.com). Karir saya bekerja di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi  (BPPT) Jakarta bahkan saya mulai dari sini, sebagai staf ‘ Data Management and Forecasting’ Seawatch Indonesia, setelah sebelumnya saya bergabung dan melakukan riset dengan data-data Seawatch Indonesia. Riset ini yang kemudian mengantarkan saya meraih gelar sarjana dari Fakultas Geografi UGM.

Monday, July 30, 2018

Sungai Item dan problem pencemaran sungai di Jakarta yang belum pernah terselesaikan ...

Kondisi Sungai Item di Jakarta (Sumber: Kompas.Com)

Ada anekdot bahwa untuk dapat mengukur tingkat kesadaran kebersihan sebuah keluarga, cukup  anda lihat kebersihan toiletnya. Kalau kondisi toiletnya selalu bersih berarti keluarga tersebut mempunyai kesadaran akan kebersihan yang sangat tinggi, tetapi sebaliknya kalau seandainya kondisi toiletnya jorok, maka keluarga itu adalah keluarga yang mempunyai kesadaran kebersihan yang rendah.  Anekdot ini bisa digunakan untuk memotret keadaan kota, jika kota tersebut bersih dan sungainya airnya jernih, maka dapat dipastikan bahwa seluruh penghuni kota tersebut mempunyai kesadaran akan kebersihan yang tinggi, tetapi jika kotanya kotor dan air sungainya berwarna hitam, maka dipastikan bahwa mayoritas penghuni kota tersebut adalah masyarakat yang mempunyai kesadaran kebersihan yang rendah.

Monday, July 23, 2018

Indonesia perlu optimalkan penggunaan Teknologi SAR (Radar) di bidang kebencanaan

Teknik InSAR (Source: www.ga.gov.au)
Akhir minggu kemarin, saya menerima kumpulan materi digital dari kegiatan Konggres Teknologi Nasional (KTN), yang diselenggarakan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dari tanggal 17-19 Juli 2018, khusus untuk materi bidang Kebencanaan dari seorang kolega dari Jakarta.

Saya baca slide satu persatu mulai dari slide hari pertama hingga hari ketiga, total ada 5 sesi dengan sekian jumlah judul slide dan pembicara dari berbagai institusi diantaranya BNPB, BMKG, BPPT, LAPAN dan lain-lain. Ada satu jawaban yang ingin saya cari, sampai sejauh mana Indonesia menerapkan teknologi Synthetic Aperture Radar (SAR) untuk aplikasi di bidang kebencanaan baik dari sisi deteksi potensi bencana maupun monitoring paska bencana. Sesungguhnya ada banyak peran yang bisa disumbangkan oleh teknologi ini untuk Indonesia diantaranya: deteksi potensi lahan mudah terbakar di daerah gambut dengan berbagai pendekatannya baik polarimetri maupun interferometri, deteksi luas dan ketebalan lahan terbakar di daerah gambut, deteksi pergeseran tanah (landslide) dan amblesan (land subsidence), monitoring gunung api dan deteksi jenis material gunung-api, monitoring tumpahan lahar  paska bencana gunung meletus, deteksi ketinggian gelombang laut dan masih banyak lagi potensi teknologi ini yang bisa digali.

Monday, July 16, 2018

Sertifikat Ahli Amdal / Limbah / Sampah Lisensi BNSP, dari mana anda bisa mendapatkan?

Saat ini, sebagai seorang ahli/profesional di Indonesia, anda dihadapkan pada tantangan untuk mendapatkan sertikasi profesi, sebagai akibat dari lahirnya Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Jika tidak, maka anda sebagai seorang profesional tidak akan bisa bersaing dan terlindas oleh kemajuan jaman.

Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) adalah sebuah badan standarisasi yang diperuntukkan untuk membina kompetensi bagi para profesional di berbagai bidang tanpa kecuali. Di bawah BNSP, terdapat Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sebagai pelaksana operasional proses sertifikasi itu sendiri, sedangkan BNSP sifatnya adalah sebagai regulator dan fasilitator bekerjasama dengan kementerian teknis sebagai pembina sektor profesi.

Wednesday, October 15, 2014

Mark Zuckerberg dan Facebook ...


Mark Zuckerberg (sumber;facebook.com)
Berita yang lagi hangat-hangatnya di Indonesia minggu ini adalah tentang Kunjungan Mark Zuckerberg, pendiri Facebook ke Indonesia. Beberapa tempat yang dikunjungi adalah Candi Borobudur di Jawa Tengah, Kampung Cyber di Tamansari, Yogyakarta, dan Pasar Tanah Abang di Jakarta. Mark Zuckerberg juga menemui presiden terpilih Joko Widodo.

Siapakah sesungguhnya Mark Zuckerberg dan bagaimana awal mulanya menginisiasi Facebook sebagai Social Media yang sangat menggurita? Mari sejenak kita baca biografinya.

Mark Elliot Zuckerberg lahir di kawasan bernama Dobbs Ferry, Westchester County, kota New York.Anak dari Edward dan Karen Zuckerberg. Ia adalah anak kedua dari empat bersaudara dari orang tua pasangan dokter gigi - ­psikiater. Sejak kecil Zuckerberg suka mengu­tak-atik komputer, mencoba berbagai program komputer dan belajar membuatnya. Ayahnya sendiri membelikannya komputer sejak ia beru­sia delapan tahun. Saat di sekolah menengah Phillips Exeter Academy, ia dan rekannya, D'Angelo, membuat plug-in untuk MP3 player Winamp. Plug-in adalah program komputer yang bisa berinteraksi dengan aplikasi host seperti web browser atau email untuk keperluan tertentu.

Monday, October 27, 2008

Sea Trial Trip ke Krakatau dengan Kapal Riset Baruna Jaya III

Berangkat dari Pelabuhan Banten Java Persadha pukul 11.00 WIB, pada tanggal 25 Oktober 2008, anggota Forum Komunikasi Balai/UPT BPPT mengikuti kegiatan Sea Trial Trip ke Krakatau dengan menggunakan Kapal Riset Baruna Jaya III BPPT.

Ikut dalam rombongan ini : Dr. Ridwan Jamaludin, M.Sc (Kepala Baruna Jaya-BPPT), Dr. Prawoto (Kepala BTMP-BPPT), Dr. Samudero (Kepala Balai Hidrodinamika Surabaya), Dr. Agus Eko (Kepala B2TP Lampung), Dr. Hammam Riza, M.Sc (Kepala Ipteknet), Dr. MAM Oktaufik (Kepala B2TE-BPPT), Bakti Wibowo, M.Si (Lab. Pantai Jogja), Ir Sony Wirawan (Kepala Engineering Centre - BPPT), Ir. Wawas , M.Sc (Kepala Sentra Teknologi Polimer - BPPT), Dr. Tri Wibowo, M.Sc (Kepala Balai Pengkajian Teknologi Kekuatan Struktur-BPPT), dan saya sendiri ( Saya berada di deretan barisan depan tanpa topi) ...

Demikian sekilas info,

Salam,